Kamis, 14 Maret 2013

LAPORAN PRAKTIKUM SAKARIDA


SAKARIDA
A.    Pendahuluan
1. Latar Belakang
Karbohidrat yaitu senyawa organik terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Nama lain karbohidrat adalah “sakarida”, istilah tersebut dari bahasa latin “saccarum” yang berarti gula. Karbohidrat terdiri atas unsur C, H, O dengan perbandingan 1 atom C, 2 atom H, 1 atom O. Karbohidrat banyak terdapat pada tumbuhan dan binatang yang berperan struktural & metabolik. sedangkan pada tumbuhan untuk sintesis karbon dioksida dengan air  yang akan menghasilkan amilum atau selulosa, melalui proses fotosintesis, sedangkan binatang tidak dapat menghasilkan karbohidrat sehingga tergantung tumbuhan. sehingga tergantung dari tumbuhan. karbohidrat merupakan sumber energi dan cadangan energi, yang melalui proses metabolisme.
Banyak sekali makanan yang kita makan sehari hari adalah suber karbohidrat seperti : nasi atau beras, singkong, umbi-umbian, gandum, sagu, jagung, kentang, dan beberapa buah-buahan lainnya, dll. Rumus umum karbohidrat yaitu Cn(H2O)m, sedangkan yang paling banyak kita kenal yaitu glukosa, sukrosa, sellulosa. Karbohidrat paling seerhana adalah monosakarida diantaranya glukosa yang mempunyai rumus molekul C6H12O6. Karbohidrat merupakan bahan yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia, hewan dan tumbuhan, disamping lemak dan protein.
Senyawa ini dalam jaringan merupakan cadangan makanan atau sumber energy (sumber kalori). Setiap 1 gram karbohidrat akan menghasilkan 4,1 kalori. Selain menghasilkan energi, karbohidrat juga berperan dalam menjaga kesetimbangan pH tubuh. Sebagian besar karbohidrat yang ditemukan di alam terdapat sebagai poisakarida dengan berat molekul tinggi. Beberapa polisakarida berfungsi sebagai penyusun.


2.   Tujuan Praktikum
     Tujuan dari praktikum ini adalah Mengetahui reaksi hidrolisis karbohidrat dan Mengetahui adanya gula pereduksi pada sampel
3.  Waktu dan Tempat Prkatikum
          Praktikum acara VI ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 27 November 2012 pada pukul 07.00 – 10.00  WIB di Laboraturium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
























B.  Tinjauan Pustaka
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang banyak dijumpai di alam, terutama sebagai penyusun utama jaringan tumbuh-tumbuhan. Nama lain karbohidrat adalah sakarida (berasal dari bahasa latin Saccarum = gula). Senyawa karbohidrat adalah polihidroksi keton yang mengandung unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus empiris total (CH2O)n. Karbohidrat paling sederhana adalah monosakarida diantaranya glukosa yang mempunyai rumus molekul C6H12O6. Karbohidrat merupakan bahan yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan disamping lwmak dan protein. Senyawa ini dalam jaringan merupakan cadangan makanan atau energi yang disimpan dalam sel. Sebagian besar karbohidrat yang ditemukan terdapat sebagai polisakarida dengan berat molekul tinggi. Beberapa polisakarida berfungsi sebagai bentuk penyimpan bagi monosakarida. Sedangkan yang lain sebagai penyusun struktur di dalam sel dan jaringan pengikat (Anonim, 2000).
Pada tumbuhan karbihidrat disintesis dari CO2 dan H2O melalui proses fotosintesis dalam sel berklorofil dengan bantuan sinar matahari. Karbohidrat yang dihasilkan merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam akar, batang dan biji sebagai pati (amilum). Karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan dibentuk dari beberapa asam amino, gliserol, lemak, dan sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, karbohidrat dalam sel tubuh disimpan dalam hati dan jaringan otot dalam bentuk glokogen. (Yazid a, 2006).
Karbohidrat atau sakarida adalah polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton, atau senyawa yang dihidrolidisis dan keduanya. Unsur utama penyusun karbohidrat adalah karbon, hidrogen, dan oksigen. Jumlah atom hidrogen dan oksigen memiliki perbandingan 2:1 seperti molekul air misalnya glukosa 12:6, atau 2:1, sukrosa 22:11 atu 2:1, karena perbandingan tersebut orang dulunya menduga karbohidrat merupakan penggabungan dari karbon dan hidrat atau air sehingga molekul ini disebut karbohidrat. Walaupun penamaan ini tidak tepat tetapi dinamakan karbohidrat hingga sekarang (Toha, 2001).
C.  Alat, Bahan dan Cara Kerja
           1.    Alat
                a.       15 tabung reaksi
                b.      Label
                c.       Rak tabung reaksi
                d.      Pipet
                e.       Gelas ukur
                f.       Waterbath
                g.      stopwatch
          2.      Bahan
                a.       Glukosa + air
                b.      Sukrosa + air
                c.       Sukrosa + HCl
                d.      Laktosa + air
  e.       Amilosa + air
                f.       NaOH
                g.      Iodine
                h.      Na asetat
          3.     Cara Kerja
a.       Menyediakan 15 tabung reaksi yang masing-masing ditandai dengan label.    Membuatlah 15 macam larutan sebagai berikut dan tempatkan tabung – tabung tersebut pada rak.
Tabung
Larutan
1
0,5 ml glukosa dalam 10 ml air
2
0,5  ml sukrosaa dalam 10 ml air
3
0,5 ml sukrosa dalam 10 ml HCl 0,1 N
4
0,5 ml laktosa dalam 10 ml air
5
0,5 ml amilosa dalam 10 ml air

b.      Melakukan percobaan berikut dengan kelima jenis sampel tersebut di atas.
Percobaan
Perlakuan
A
1 ml sampel + 3 ml NaOH, panaskan sampai mendidih
B
1 ml sampel + 3 tetes larutan iodine, panaskan dalam waterbath
C
3 ml sampel + 2 ml larutan Na asetat, panaskan dalm waterbath selama 20 menit

D.  Hasil Pengamatan
            Hasil Pengamatan
      Tabel 7.1 Hasil Perlakuan Sampel
Sampel
Perlakuan
Reaksi Pendamaran

Reaksi iodine

Reaksi Osazone

Glukosa
+
air
Awal
Putih bening
Awal
 Bening
Awal
 Putih bening
Proses
Kuning
Proses
 Kuning   Bening
Proses
 Putih bening
Akhir
Orange
Akhir
 Bening
Akhir
 Putih bening
Bau
Menyengat
Bau
 Tidak
Bau
 Tidak
Endapan
Tidak ada
Endapan
 Tidak ada
Endapan
 Tidak ada
Sukrosa
+
air
Awal
Putih bening
Awal
 Bening
Awal
 Putih bening
Proses
Kuning bening
Proses
 Kuning bening
Proses
 Putih bening
Akhir
Putih bening
Akhir
 Kuning
Akhir
 Putih bening
Bau
Tidak menyengat
Bau
 Tidak menyengat
Bau
 Tidak
Endapan
Tiadak ada
Endapan
 Tidak ada
Endapan
 Tidak ada
Laktosa
+
air
Awal
Putih
Awal
 Bening
Awal
 Kuning keruh
Proses
Orange
Proses
 Orange bening
Proses
 Putih bening
Akhir
Orange kecoklatan
Akhir
 Orange
Akhir
 Putih bening
Bau
Menyengat
Bau
 Tidak
Bau
 Tidak berbau
Endapan
Tiadak ada
Endapan
 Ada
Endapan
 Tidak ada
Amilosa
+
air
Awal
Putih
Awal
 Kuning keruh
Awal
 Kuning keruh
Proses
Coklat bening
Proses
 Kuning bening
Proses
 Bening
Akhir
Bening kecoklatan
Akhir
 Biru tua
Akhir
 Putih bening
Bau
Tidak menyengat
Bau
 Tidak
Bau
 Tidak menyengat
Endapan
Tidak ada
Endapan
Tidak ada
Endapan
Tidak ada
Sumber : Laporan sementara
E. Pembahasan dan Kesimpilan
           1. Pembahasan
Karbohidrat adalah senyawa karbon yang dibentuk dalam tumbuh-tumbuhan  melalui fotosintesis. Sakarida adalah nama lain dari karbohidrat, istilah itu berasal dari kata saccarum yang artinya gula. Karbohidrat merupakan polimer alami yang terbentuk dari monomer glukosa, fruktosa, dan galaktosa dengan polimerisasi kondensasi.. Karbohidrat terdiri dari monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi gula yang lebih sederhana. Monosakarida dapat digolongan berdasarkan gugus karbonil yang dimilikinya, monosakarida yang mengandung gugus aldehid disebut dengan aldosa, sedangkan yang mengandung gugus keton adalah ketosa. Monosakarida dapat pula digolongkan berdasarkan jumlah atom karbon dalam molekulnya. Monosakarida yang mengandung 3 atom kaebon disebut triosa, yang mengandung 4 atom karbon disebut tetraosa, dan seterusnya. Monosakarida yang paling penting adalah yang mengandung 5 dan 6 atom karbon, yaitu molekul gula yang disebut pentosa dan heksosa. Anggota yang terpenting dari disakarida adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
Disakarida adalah karbohidrat yang yang terdiri dari dua molekul monosakarida, yang tersusun dari dua molekul monosakarida yang jenisnya sama ataupun berbeda. Anggota yang terpenting dari disakarida adalah sukrosa, maltosa, dan laktosa. Sukrosa tersusun dari 1 molekul glukosa dan 1 molekul fruktosa. Sukrosa disebut juga dengan gula tebu. Maltosa tersusun dari 2 molekul glukosa sedangkan laktosa tersusun dari 2 satuan molekul D-glukosa dan D-glukosa.
Polisakarida adalah karbohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang penting adalah amilum, glikogen, dan selulosa. Amilum adalah molekul karbohidrat penyimpan energi pada tanaman, contohnya gandum, padi, dan jagung. Glikogen adalah polisakarida lain yang terbentuk dalam sel tubuh manusia atau hewan. Glikogen terdiri dari unit-unit glukosa(100.000), sedangkan selulosa tersusun dar (2.000-3.000) unit glukosa yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang sangat melimpah di alam.
         2. Kesimpulan
                   Dari praktikum sakarida yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan :
a.       Pada reaksi pendamaran, yaitu sampel 1 ml glukosa yang ditambah NaOH dan di panaskan menghasilkan warna kuning kecoklatan dan berbau menyengat.
b.      Pada reaksi pendamaran, yaitu sampel 1 ml sukrosa yang ditambah NaOH dan di panaskan menghasilkan warna putih bening (tetap) dan berbau tidak menyengat.
c.       Pada reaksi pendamaran, yaitu sampel 1 ml laktosa yang ditambah NaOH dan di panaskan menghasilkan warna kuning kecoklatan dan berbau menyengat.
d.      Pada reaksi pendamaran, yaitu sampel 1 ml amilosa yang ditambah NaOH dan di panaskan menghasilkan warna bening kecoklatan dan berbau tidak menyengat.
e.       Pada reaksi Iodine, yaitu sampel 1 ml glukosa yang ditambah dengan iodine dan di panaskan menghasilkan warna bening dan tidak berbau.
f.       Pada reaksi Iodine, yaitu sampel 1 ml sukrosa yang ditambah dengan iodine dan di panaskan menghasilkan warna putih bening dan berbau tidak menyengat.
g.      Pada reaksi Iodine, yaitu sampel 1 ml laktosa yang ditambah dengan iodine dan di panaskan menghasilkan warna kuning kecoklatan dan berbau menyengat.
h.      Pada reaksi Iodine, yaitu sampel 1 ml amilosa yang ditambah dengan iodine dan di panaskan menghasilkan warna bening kecoklatan dan berbau tidak menyengat.
i.        Pada reaksi osazone, yaitu sampel 1 ml glukosa yang ditambah dengan Na-asetat dan di panaskan menghasilkan warna putih bening dan tidak berbau.
j.        Pada reaksi osazone, yaitu sampel 1 ml sukrosa yang ditambah dengan Na-asetat  dan di panaskan menghasilkan warna putih bening dan berbau menyengat.
k.      Pada reaksi osazone, yaitu sampel 1 ml laktosa yang ditambah dengan Na-asetat  dan di panaskan menghasilkan warna putih bening dan tidak berbau.
l.        Pada reaksi osazone, yaitu sampel 1 ml amilosa yang ditambah dengan Na-asetat  dan di panaskan menghasilkan warna putih bening dan tidak berbau.

















DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2000. Iktisar Biokimia Dasar A. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta
Anonim, 2000. Kimia Dasar. Erlangga. Jakarta
Cree, Lurie. 2005. Sains dalam Keperawatan. Buku Kedokteran. EGC: Jakarta
Toha, Abdul, Hamid, H. 2001. Biokimia Metabolisme Biomolekul Alfabeta. Bandung
Yazid, Eisten. 2006. Penuntun Praktikum Biokimia. CV. Andi Offset. Yogyakarta

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar